Rabu, 22 April 2020

MAAFKAN AKU


Assalamualaikum dan selamat sejahtera semua.

Sepanjang PKP dan hari ini PKP ke-36, ramai yang terkesan bertapa kehidupan kita sedikit berubah dari kebiasannya. Kepada yang mendapat bantuan tu belajarlah bersyukur tanpa banyak mempertikai sumbangan yang diberikan. Kepada yang terjejas dan kesempitan, mohonlah bantuan. Saya sebagai surirumah bukan tak terjejas tetapi selagi ada beras untuk dimasak, insyaAllah berusaha tidak meminta... (kalau diberi, itu bererti sudah rezeki dan jangan ditolak).

PKP sebenarnya mengajar kita erti kesabaran, di dalamnya tersimpan sebuah cinta yang amat besar maknanya. Cinta kepada Allah swt, cinta kepada maha pencipta. Saat kita merasa lemas, takut, gusar, resah dan tak bermaya, saat itulah kita teringat Allah.

Kita menangis-nangis, merayu-rayu kepada Allah memohon perlindungan-Nya kerana kita yakin hanya Allah yang mampu menyelamatkan dan mematikan kita semua.
Kurangkanlah atau hentikanlah mencaci mencela, mengutuk dan mencari kesalahan orang lain di saat covid-19 ini melanda, tanya diri sendiri, di mana silap kita dan sentiasalah bersyukur atas nikmat yang telah kita terima selama ini.

Hargailah petugas barisan hadapan yang berkorban masa, tenaga dan terpaksa meninggalkan keluarga demi kita semua. Bantulah mereka, kita duduklah di rumah (kalau penat duduk, berdirilah, atau baring atau berjalan dari ruang tamu ke dapur)
Semoga dengan kesepakatan ini kita dan Malaysia akan selamat dari Covid-19 insya-Allah dan jika sudah sampai ajal, semoga kita mati dalam khusnul khotimah aamiin.

Akhir sekali, saya mohon ampun dan maaf segala salah silap saya kepada semua yang mengenali saya, samada saya kenal atau sebaliknya, semoga kita semua akan diberkati dan dirahmati Allah swt Aamiin Ya Robbal Alamin. Wassalam .
Tulus dari Norgadis Labuan
22 April 2020